24 February 2008

siklus sakit hati karena cinta part 2 end

ada apa dengan cinta....?

siklus sakit hati krna cinta ( PART 2 - SELESAI ):


AKHIRNYA CUMA BISA BERNYANYI..............Menjaga Hati

Masih tertinggal,
bayangan mu,
yang telah membekas,
di relung hati ku.
Hujan tanpa henti,
seolah pertanda,
cinta tak disini lagi kau t’lah berpaling.

[Reff:]
Biarkan, aku menjaga, perasaan ini oh.
Menjaga, segenap cinta, yang telah kau beri.
Engkau pergi, aku tak ‘kan pergi.
Kau menjauh aku tak ‘kan jauh.
Sebenarnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.

Masih adakah,
cahaya rindu mu,
yang dulu selalu,
cerminkan hati mu.
Aku tak’kan bisa,
menghapus diri mu,
meski ku lihat kini kau diseberang sana.

[Reff]

Andai akhirnya,
kau tak juga kembali,
aku tetap sendiri,
menjaga hati.

[Reff]  (x2)

Sejujurnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.


dan cerita siklus sakit hati karena cinta tidak bisa berakhir bahagia.......


THe 3nd

Buang

                            

24 December 2007

ReNungan

MAAFKANLAH AKU, TEMAN.. Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencuba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak mudah hilang ditiup angin." Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah persahabatan hanya  kerana sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati berbanding begitu banyak kebaikan yang dilakukan. Mungkin ini memang sebahagian dari sifat buruk diri kita. Kerana itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat adakah orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusai untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga menginginkan kita merasai sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati kita kerana kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Oleh itu, kita akan mudah  tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan. Namun demikian, orang yang bijak akan selalu mengajari muridnya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini sangat berat untuk dilakukan. Kerana itu beliau mengajari kami untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah - yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita - iaitu dengan membaca doa, "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami." Bukankah Rasulullah pernah berkata, "Tiga hal di antara akhlak ahli syurga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu". Kerana itu, Saudara-saudaraku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku kerana aku pernah menyakitimu. Namun dengan izin-Nya aku berusaha memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan kalian tidak mahu memaafkanku. Sungguh, Saudara-saudaraku, dosa-dosaku kepada Tuhanku telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada. Saudara-saudaraku, jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar aku 'ada' di hadapan-Nya, maka ikhlaskan segala kesalahan-kesalahanku. Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku dengan mengadukan kepada Tuhan bahawa aku telah menyakiti hatimu.

Tidaklah seorang mu'min itu suka mencela, dan tidak pula suka melaknat, dan tidak keji mulut dan tidak berkata kotor (Muslim)

Semua muslim adalah bersaudara, tidaklah lebih utama satu sama lain melainkan karena takwa (Thabrani)

Jauhilah olehmu prasangka, sesungguhnya parasangka itu sedusta dusta perkataan (Bukhary)


Tidaklah seorang mu'min jatuh dalam satu lubang dua kali


^_^
davacry